Wamen Dikdasmen RI Sapa Warga Muhammadiyah Bangkalan: Meneduhkan tapi Teguh, Purifikasi tapi Inovas

 

BANGKALAN — Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Republik Indonesia, Fajar Riza Ulhaq ke Pondok Pesantren Babussalam Socah, Bangkalan, menjadi momentum silaturahmi bersama warga Muhammadiyah Bangkalan melalui kajian akbar, Kamis (18/9).

Kajian tersebut membahas arah dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat yang terus berubah. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pentingnya menghadirkan dakwah yang “meneduhkan tetapi teguh.”

Dakwah yang meneduhkan bukan berarti kehilangan ketegasan dalam prinsip. Nilai-nilai Islam tetap menjadi pijakan, sementara penyampaiannya dilakukan secara santun, bijaksana, dan mengayomi masyarakat yang beragam.

Purifikasi tetapi Inovasi

Gagasan berikutnya adalah “purifikasi tetapi inovasi.”Purifikasi menjadi bagian dari upaya menjaga kemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Namun, keteguhan prinsip tidak berarti menutup diri terhadap perubahan. Dakwah membutuhkan inovasi dalam cara, media, dan strategi agar nilai-nilai Islam dapat disampaikan sesuai kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.

Ummatan Wasathan dan Adaptif

Gagasan tersebut berkaitan dengan konsep ummatan wasathan. Dakwah diharapkan tidak ekstrem, tetap proporsional, sekaligus mampu membaca dan beradaptasi dengan medan dakwah.

Adaptasi bukan berarti mengubah prinsip agama, melainkan menyesuaikan pendekatan agar nilai-nilai Islam dapat hadir secara tepat di tengah masyarakat yang beragam.

Dakwah pun tidak terbatas pada ajakan verbal. Pendidikan, pelayanan sosial, kemanusiaan, dialog, dan keteladanan menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Islam Berkemajuan

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Islam Berkemajuan yang diwujudkan Muhammadiyah melalui pendidikan, kesehatan, sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kajian tersebut, gagasan lima pilar Islam Berkemajuan juga menjadi bagian dari pembahasan tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Islam Berkemajuan tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan melalui amal dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi kehidupan.

Dari Babussalam untuk Bangkalan

Kajian akbar bersama Wamen Dikdasmen RI dan warga Muhammadiyah Bangkalan menjadi ruang refleksi tentang pentingnya dakwah yang tetap berakar pada prinsip, sekaligus terbuka terhadap perubahan.

Meneduhkan tetapi teguh. Purifikasi tetapi inovasi. Menjadi ummatan wasathan yang tidak ekstrem dan mampu beradaptasi dengan medan dakwah.

Dari Babussalam Socah, semangat tersebut mempertemukan pendidikan, dakwah, dan pengabdian dalam ikhtiar menghadirkan Islam Berkemajuan yang memberi manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Bagikan Postingan Ini :

Leave a Reply