foto santri babussalam socah
Tepat pada tanggal 24 Juli, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Bangkalan, seluruh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Babussalam Socah mengenakan pakaian adat Madura sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Pakaian adat khas Madura, yaitu Sakera untuk santriwan dan Marlena untuk santriwati, menjadi simbol cinta terhadap warisan budaya lokal.
Namun di tengah suasana yang semarak tersebut, kabar duka datang dari salah satu santriwan, Rafiza Yafi. Kakek tercintanya yang juga merupakan tetangga dekat pondok di Dusun Kejawan, Socah, telah berpulang ke rahmatullah.
Sebagai bentuk empati dan jiwa sosial yang telah tertanam dalam diri para santri, santriwan dan santriwati Babussalam turut menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. Mereka ikut mendoakan, menyolatkan jenazah, serta menghadiri prosesi pemakaman sebagai bentuk nyata silaturahim dan kepedulian terhadap sesama.
Pondok Babussalam terus menanamkan nilai-nilai sosial, kepedulian, dan cinta terhadap budaya serta lingkungan sekitar sebagai bagian dari karakter seorang santri.(alda)





