Bangkalan 10 Austus 2025 – Suasana penuh semangat dan antusias terlihat dalam kegiatan Upgrading Guru bertema Pendekatan Deep Learning untuk Pengembangan Sekolah Unggul yang digelar hari ini. Acara ini dihadiri oleh para guru hebat dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Bangkalan. Acara dilaksanakan di Pondok Pesantren Babussalam Socah.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Kiyai Rik Suhadi, Ketua PDM Bangkalan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Socah, yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah Muhammadiyah Bangkalan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ust. Dwi Jaka Anandika, M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen PCM Socah. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, mengingat pentingnya peningkatan kompetensi guru di era teknologi yang semakin pesat. “Saat ini kita memiliki saingan yang cukup berat, yaitu Artificial Intelligence. Namun AI masih memiliki celah, beliau pernah mencoba bertanya apakah AI memiliki kepedulian? yang ternyata AI tidak memilikinya. Oleh karenanya kepedulian dan penyadaran dapat dioptimalkan melalui pendekatan deep learning,” ujarnya.
Sementara itu, Kiyai Rik Suhadi menambahkan bahwa selain apa yang disampaikan oleh Ust. Jaka, ada hal yang tidak bisa digantikan oleh AI: pengajaran nilai dan akhlak. “Guru di Muhammadiyah harus memperhatikan akhlak, karena inilah alasan Nabi Muhammad ﷺ diutus ke muka bumi ini,” tegasnya.
Acara seminar ini dimoderatori oleh Ust. Safa, M.Si., dengan narasumber utama Dr. Drs. Ridwan Joharmawan, M.Si., yang memaparkan materi secara mendalam, terarah, dan aplikatif. Para peserta tampak begitu antusias mengikuti diskusi yang fokus pada penerapan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru Muhammadiyah Bangkalan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern, sekaligus tetap memegang teguh nilai dan akhlak mulia sebagai pondasi utama dalam membentuk generasi unggul.(safa)





