Awali Tahun Baru, Ustadz Safa Kembali Terbitkan Jurnal Multidisipliner di e-Journal UIN Suska (SINTA 2)

Dokumentasi jurnal

 

Pondok Pesantren Babussalam Socah kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan tradisi keilmuan pesantren yang adaptif terhadap zaman.

Hal ini ditandai dengan terbitnya karya ilmiah kedua karya Ustadz Abdillah Safa pada SINTA 2, sebuah capaian akademik Kembali dimunculkan oleh mudir ma’had Babussalam Socah.
Artikel ilmiah tersebut diterbitkan dalam Jurnal Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dan dapat diakses melalui laman resmi berikut:
👉 https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/ushuludin/article/view/38850
Tulisan tersebut mengusung pendekatan multidisipliner dengan mengintegrasikan kajian tafsir Al-Qur’an, maqāṣid al-sharī‘ah, serta sains dan teknologi modern, khususnya dalam perspektif neurosains.

Pendekatan ini menjadi ikhtiar ilmiah untuk mengimbangi dinamika keilmuan kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman yang kokoh. Hal ini selaras dengan pendekatan multidisipliner yang diajarkan dan dikembangkan di Pondok Pesantren Babussalam, di mana kajian keislaman tidak dipisahkan dari perkembangan sains, teknologi, dan realitas sosial, melainkan dipadukan sebagai satu kesatuan.

Di tengah tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, pesantren dituntut tidak hanya menjadi pusat pembentukan akhlak, tetapi juga ruang produksi pengetahuan. Karya ilmiah Ustadz Safa menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan pemikiran akademik yang relevan, kontekstual, dan diakui secara nasional.

Lebih dari sekadar capaian personal, publikasi ini menjadi uswah hasanah bagi para santri Babussalam. Ustadz Safa tidak hanya mengajarkan pentingnya menuntut ilmu, tetapi juga memberi teladan nyata tentang bagaimana ilmu dikembangkan melalui riset, dituliskan secara sistematis, dan dipublikasikan pada forum ilmiah bereputasi.

Integrasi antara tafsir dan sains dalam karya tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab persoalan-persoalan modern. Pesan ini sekaligus menegaskan arah pendidikan Babussalam dalam membentuk santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga kritis, moderat, dan berwawasan masa depan.

Pondok Pesantren Babussalam Socah berharap capaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi santri dan para pendidik untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam khazanah keilmuan Islam. Dengan demikian, pesantren tidak hanya dikenal sebagai pusat pembinaan moral, tetapi juga sebagai lumbung intelektual yang melahirkan gagasan-gagasan transformatif bagi umat dan bangsa.

Bagikan Postingan Ini :

Leave a Reply