PUASA ITU IBADAH HATI

Oleh : Kiyai Rik Suhadi ; 1 Ramadhan 1447 H

 

Abu Umamah dua kali datang kepada Rasulullah shallalhu ‘alaihi wasallam, kedatangannya yang pertama dia bertanya kepada Rasulullah, “perintahkan kepadaku wahai Rasulullah untuk melakukan satu amalan agar aku bisa masuk surga” Rasulullah kemudian menyuruh Abu Umamah, “ عليك بالصومِ؛ فإنَّه لا مِثْلَ له (“berpuasalah kamu, karena sesungguhnya tidak ada amalan yang menyamainya”) Kemudian pada kesempatan lain Abu Umamah datang lagi kepada Nabi Shallalhu ‘alaihi wasallam, dan kembali bertanya, Rasulullah tetap menyuruh Abu Umamah untuk berpuasa dengan mengatakan ” عليك بالصومِ” (Hendaklah kamu berpuasa). Peristiwa ini tercatat dalam Sahih Al-Jami’ no. 4044, Sahih Sunan An-Nasa’i no. 2097-2010.

Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, adalah termasuk salah seorang sahabat nabi shallallahu ’alaihi wasallam yang memiliki cita-cita tinggi, bersemangat untuk mempelajari amalan-amalan terbaik agar bisa mendekatkan dirinya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Abu Umamah agar tetap berupaya dan memperbanyak puasa, karena puasa adalah ibadah yang agung, yang didalamnya tergabung berbagai bentuk ibadah hati seperti, ketulusan hati (keikhlasan), pengendalian hawa nafsu, penyucian jiwa, serta semangat yang kuat untuk beribadah kepada Allah. Inilah mengapa Rasulullah mengatakan bahwa amalan puasa tidak ada yang menyamainya, karena pengaruhnya terhadap hati dan jiwa sangat kuat. Puasa menjadikan seseorang jauh dari kemalasan, tidak gampang bermaksiat, melemahkan serangan Iblis, serta mengokohkan semangat untuk menjadi orang yang taat kepada Allah Subhaanahu wata’ala. Belum lagi janji pahala yang tanpa batas dari Allah Subhaanahu wata’ala.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.” (H.R. Muslim)

Yakni Aku akan memberikan pahala yang banyak tanpa menentukan kadarnya. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” ( QS. Az-Zumar : 10 )

Amalan puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Tuhan Penciptanya. Amalan puasa ini tidak nampak dalam gerakan sebagaimna amalan yang lain semisal shalat, sedekah, zakat, haji dan yang lainnya. Puasa adalah ibadah hati yang tersembunyi, tidak ada yang tahu kebenaran dan kesungguhan amalan puasa yang dilakukan oleh seseorang kecuali hanya Allah SWT. Sehingga dengan demikian amalan puasa ini adalah amalan yang paling tangguh dalam menghadapi serangan riya’ dan berbagai macam penyakit-penyakit hati yang lain.

Bagikan Postingan Ini :

Leave a Reply