foto pembelajaran
Socah — Pondok Pesantren Babussalam Socah mengawali tahun ajaran baru dengan mengadakan inovasi kegiatan pembelajaran di luar kelas. Langkah ini dilakukan untuk menyegarkan suasana belajar serta meneladani metode pendidikan para ulama terdahulu.
Belajar di Joglo, Santri Nikmati Suasana Alam
Kegiatan belajar yang biasanya berlangsung di ruang kelas kini dipindahkan ke Joglo terbuka yang berada di lingkungan pondok. Santri diajak untuk belajar di ruang yang lebih menyatu dengan alam, tanpa sekat tembok dan suasana kaku ruang kelas.
“Pembelajaran di hari pertama ini kami lakukan di luar ruangan, agar suasana belajar lebih segar, tidak monoton, dan lebih menghidupkan semangat santri,” ujar ustadz Rik Suhadi, S.Thi pengasuh pondok.
Bukan Karena Kekurangan Fasilitas, Tapi Napak Tilas Jejak Ulama. Pihak pondok menegaskan bahwa langkah ini bukan dilakukan karena kekurangan ruang kelas, melainkan sebagai bentuk inovasi dan napak tilas perjuangan para ulama terdahulu. Dalam sejarah Islam, para ulama besar banyak menuntut ilmu di tempat-tempat terbuka seperti masjid, halaman rumah, hingga bawah pohon.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberi suasana baru, tapi juga mengajarkan nilai-nilai sejarah dan semangat menuntut ilmu yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Pembelajaran di luar kelas ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru, menjauhkan kejenuhan, serta mempererat hubungan antara santri dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, metode ini juga menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus selalu terpaku pada papan tulis dan meja kelas.
“Kami ingin para santri merasakan bahwa belajar bisa di mana saja, selama ada adab, semangat, dan niat yang baik,” tambah pengasuh.
Inovasi ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen Pondok Pesantren Babussalam dalam mengembangkan metode pendidikan yang adaptif, kontekstual, namun tetap berlandaskan nilai-nilai tradisi Islam.





