Kapan do’a puasa itu dibaca, sebelum atau sesudah makan?

Disusun oleh : Ustadz Rangges Adi Putra, Lc.

 

Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada sekian sunnah-sunnah yang diajarkan Nabi SAW diantaranya :

  • Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka sebagaimana diriwayatkan imam Tirmidzi :

قال الله تعالى : أحب عبادي إلي أعجلهم فطرا

Allah ta’ala berfirman dalam hadis qudsinya : “diantara hambaku yang paling aku cintai adalah mereka yang menyegerakan berbuka”

  • Kemudian disunnahkan berbuka dengan kurma sebagaimana sabda Nabi

إذا كان أحدكم صائما فليفطر على التمر فإن لم يجد التمر فعلى الماء فإنه طهور

“Apabila salah seorang diantara kalian berpuasa maka berbukalah dengan kurma jika tidak ada maka dengan air”

dan yang paling sempurna dengan 3 kurma

  • Jika tidak ada kurma maka disunnahkan berbuka dengan air
  • Jika tidak ada air maka dengan sesuatu yang manis
  • Jadi yang paling utama berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air, jika tidak ada maka dengan sesuatu yang manis

• Disunnahkan setelah berbuka/membatalkan puasa mengucapkan do’a

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

bukan sebelum ataupun ketika sedang makan

sedangkan yang berbuka/membatalkan dengan air disunnah membaca do’a

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ العُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهَ تَعَالَى

adapun sebelum makan cukup dengan basmalah

Jadi do’a berbuka dibacakan SETELAH kita membatalkan puasa, bukan sebelum atau saat makan/minum

wallahu a’lam

 

sumber : إعانة الطالبين/٤٧٨

Bagikan Postingan Ini :

Leave a Reply