Do’a Yang Menembus Langit

Disusun oleh : Ustadz Rik Suhadi

 

Allah ‘Azza wa Jalla dengan keberkahan yang dimiliki-Nya tanpa batas, sifat Rahman dan Rahim-Nya meliputi segala makhluq-Nya, Dialah yang Maha hidup lagi Maha mulia, Maha suci Dia dari segala kekurangan. Dan diantara kemulyaan-Nya, Allah  tidak pernah menolak permohonan (do’a) hambaNya, jika hambaNya mau berdo’a kepadaNya dengan khusyu’, penuh kesungguhan, disertai dengan sikap tunduk patuh kepadaNya, seraya  memohon kepadaNya dengan menyebut nama-nama-Nya yang indah.

Salman Al-farisi radhiyallahu’anhu menceritakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertutur, “Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Maha Pemalu. Maha Dermawan. Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Ini menunjukkan betapa besarnya kemurahan dan belas kasih Allah Subhaanahu wata’ala kepada hamba-hamba-Nya. Bahkan Allah sendiri mengabarkan kepada rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa, Dia sangat dekat dengan hamaba-hambanya, dan akan mengabulkan setiap permohonan  hamba-Nya sekiranya  hamba-Nya mau berdo’a kepada-Nya.

Musa Al-Asy’ari, dia berkata: Kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu peperangan. Kami tidak naik ke tempat yang tinggi atau turun ke lembah kecuali kami meningikan suara kami dengan kalimat takbir. Beliau mendekat kepada kami, lalu bersabda: “Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian! Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepadaNya itu lebih dekat dari salah satu diantara kamu dari punuk kendaraannya. ( Tafsir Ibnu Katsir )

Datang seorang lelaki Badui kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah apakah Rabb kita dekat sehingga kita berbisik kepada-Nya atau Dia jauh sehingga kita menyeru-Nya. Nabi pun diam dan tak menjawab. Maka turunlah ayat:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. ( QS. Al-Baqoroh : 186 )

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika seorang hamba menginginkan do’anya menembus langit ( maqbul) :

  1. Jalankan perintah Allah

فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى (maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku), yakni dengan senantiasa berdo’a kepada-Nya.

  1. Yakin do’anya diijabah oleh Allah

وَلْيُؤْمِنُوا۟ بي (dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku) Yakni dengan beriman dan meyakini bahwa apabila mereka berdo’a maka akan dikabulkan. Serta agar mereka selalu mendapatkan rosyad atau bimbingan dan petunjuk dari Allah Subhaanahu wata’ala.

Makna rusyd adalah ilmu untuk mengetahui hal-hal yang dicintai oleh Allah dan hal-hal yang mendatangkan murka Nya. kemudian melakukan apa yang dicintai oleh Allah dan meninggalkan apa yang dimurkai Nya. Barangsiapa yang tidak memiliki ilmu dan tidak beramal maka hakikatnya ia adalah orang yang bodoh, sesat, dan celaka.( Aisarut Tafasir )

Ada lagi bimbingan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam agar do’a tidak tertolak, do’a yang tidak terkandung didalamnya dosa, dan  tidak sedang memutus silaturrahim

sebagaimana sabda beliau:

مَا ‌مِنْ ‌مُسْلِمٍ ‌يَدْعُو ‌اللهَ ‌بِدَعْوَةٍ ‌لَيْسَ ‌فِيهَا ‌إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا

“tidak ada seorang muslim pun berdo’a dengan do’a yang tidak terkandung didalamnya dosa atau pemutusan silaturrahim kecuali Allah akan mengabulkannya dengan satu diantara tiga pilihan; memberikan apa yang ia pinta, menyimpan do’a itu untuk di akhiratnanti, atau sebagai penolak kejelekan yang setara dengan nilai do’anya”. ( HR. Bukhari )

Diriwayatkan dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: pemimpin yang adil, orang yang sedang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang dizalimi, Allah akan mengangkatnya melewati awan pada hari kiamat dan membukakan pintu-pintu langit untuknya. Allah berfirman: “Demi KekuasaanKu, Sungguh Aku benar-benar akan menolongmu, walaupun setelah beberapa saat”. ( HR. Ibnu Majah dalam kitab Siyam, Thirmidzi dalam kitab Do’a , Ahmad )

Mari selagi Allah mengaruniakan usia panjang kepada kita, selagi kita mampu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, berikhtiyarlah dengan amal-amal shalih, perbanyaklah memohon dan berdo’a kepada Allah dengan keyakinan penuh, niscaya do’a-doa kita akan diijabah oleh Allah Subhaanahu wata’ala.

Bagikan Postingan Ini :

Leave a Reply